SMAN 24 Rilis EduBox, Layanan Digital Terintegrasi untuk Siswa

SMAN 24 Rilis EduBox, Layanan Digital Terintegrasi untuk Siswa

SMAN 24 Rilis EduBox, Layanan Digital Terintegrasi untuk Siswa

Guna meningkatkan mutu pelayanan, SMAN 24 Bandung merilis EduBox,

sebuah layanan pendidikan berbasis digital, Jumat, (15/2/2019). Bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI), aplikasi tersebut dicanangkan mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi untuk siswa dan orang tua.

Kepala SMAN 24 Bandung, Iwan Setiawan menjelaskan, ada beragam fitur yang nantinya bisa dimanfaatkan siswa, antara lain fitur pengumuman resmi yang diumumkan oleh sekolah, pembayaran SPP dan pembiayaan lainnya, absensi, fitur live chat untuk komunikasi orang tua dan sekolah serta menampilkan detail profil sekolah dan siswa.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan sekolah yang mampu beradaptasi

dengan perkembangan terknologi. Kita berkomitmen untuk mendidik anak sesuai dengan zamannya,” paparnya.

Iwan juga mengatakan, diresmikannya aplikasi tersebut diharapkan mampu dimanfaatkan oleh siswa dengan sebaik-baiknya melalui penggunaan gawai yang mereka miliki. “Jadi jangan gunanakan gadget hanya untuk bermain, tapi juga bisa digunakan untuk belajar kapan dan di mana saja, juga bisa menjadi sebuah perpustakaan digital,” tuturnya.

Dia juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan terhadap orang tua siswa melalui sarana

komunikasi yang tertuang dalam eduBox tersebut, sehingga orang tua tau secara rinci perkembangan anaknya di sekolah.

“Orang tua juga bisa tau langsung berapa nilai siswanya, aktivitas apa saja yang akan dilakukan oleh sekolah dan lainnya. Sehingga tak ada lagi hambatan antara sekolah dan orang tua siswa,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika turut mengapresiasi program tersebut. Dia mengatakan, untuk memajukan pendidikan di era revolusi industri 4.0 saat ini, dibutuhkan percepatan pelayanan pendidikan, sehingga satuan pendidikan mampu beradaptasi dan meningkatkan kualitasnya. “Artinya kita juga harus berubah dengan sangat cepat dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan perubahan yang lebih baik,” ucapnya.

Kadisdik juga menyampaikan, proses digitalisasi tersebut pun sangat adaptif karena digunakan oleh siswa yang sudah mengenal dunia digital. “Anak-anak sekarang sudah mengisi dunia digital, sehingga memang harus ada upaya percepatan, termasuk untuk guru-guru agar selalu meningkatkan kompetensi,” pungkasnya.

Selain meluncurkan edubox, sekolah yang berdiri pada 1965 juga meresminan ruang laboratorium IPA yang dihadiri langsung oleh Kadisdik Jabar.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/