Rela Berjejalan Demi Anak

Rela Berjejalan Demi Anak

Rela Berjejalan Demi Anak

Antusiasme para orangtua yang ingin mendaftarkan putra- putrinya masuk di SMPN 1 cukup tinggi. Terbukti dengan antrean panjang yang terjadi Senin (29/6) kemarin. Sebab, selain SMPN 1 merupakan salah satu SMP favorit, juga bertepatan dengan awal pembukaan PPDB daring.
PPDB ONLINE
PAKSI SANDANG PRABOWO/KALTIM POST

SEPERTI MAL: Ratusan orang tua dan calon siswa SMK Negeri 2 ramai

memadati sekolah untuk mengambil berkas asli kemarin (30/6). Kurang siapnya kebijakan PPDB online oleh pemerintah ini sangat jelas terlihat di SMK Negeri 2 Balikpapan.

Ratusan orangtua pun tampak berbondong-bondong mendaftar ke sekolah yang berada di Jalan Kapten Pierre Tendean ini, serta rela mengantre berjam-jam demi mendapat nomor antrean.

Sekolah membuka pendaftaran tepat pukul 08.00 Wita, namun semenjak pukul 07.30 Wita, calon siswa SMP beserta orangtuanya sudah rela mengantre. Antrean panjang terlihat hingga ke halaman depan dekat tempat parkir motor dan gerbang masuk SMPN 1 Bontang. ’’Kami datang pukul 09.00, antre selama satu jam dapat nomor antrean 323, lanjut nunggu lagi dipanggil,” ujar Siti Masita, salah satu orangtua murid SDN 010 Bontang Selatan, sembari menunggu nama anaknya dipanggil dengan berteduh di bawah pohon rindang di halaman sekolah.

Dijelaskannya, tahun lalu penerimaan siswa baru tidak seperti kali ini. Sebab, ada

tes untuk masuk SMPN 1, tetapi sekarang tidak ada tes. Makanya banyak anak lulusan SD yang mendaftar, walaupun hasil Ujian Nasional (UN)-nya terbilang rendah. ’’Yang NEM-nya cuma 22 pun percaya diri mendaftar ke sini (SMPN 1, Red.), padahal hanya menerima 160 siswa,” imbuhnya.

Siti juga berdalih jika anaknya, Ananta Nur Araya, tetap bisa diterima. Karena NEM Ananta terbilang tinggi, yakni 27,10. Ananta juga yang menginginkan masuk SMP 1. ’’Saya hanya mengikuti kemauan anak, dan mudah-mudahan bisa diterima,” ungkapnya.

Senada dengan Siti, Nismawati, orangtua dari Dinda Dwi Nurhaliza dari sekolah

yang sama dengan Ananta merasakan hal serupa. Dia beserta anak dan teman anaknya datang mendaftar pada pukul 10.00 Wita. Selang satu jam, Nismawati baru mendapat nomor antrean. Itu pun urutan ke 429. Sementara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online hanya dibatasi hingga pukul 13.00 Wita dari tanggal 29 Juni sampai 3 Juli.

Dinda sendiri mendapatkan nilai sempurna pada mata pelajaran Matematika. Jumlah hasil UN-nya 28,30 dan mendapat peringkat satu di sekolahnya. ’’Saya yakin anak saya bisa masuk, karena NEM-nya tinggi, makanya kami rela antre berjam-jam disini panas-panasan,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-kota-bandung/