Masalah Koordinasi dan Komunikasi

Masalah Koordinasi dan Komunikasi

Masalah Koordinasi dan Komunikasi
Masalah Koordinasi dan Komunikasi

Ada beberapa masalah yang ditemui pada proyek perangkat lunak. Hal ini dikarenakan :
§ Skala usaha pengembangan yang besar, kompleksitas yang besar, dan kesultian dalam mengkoordinasi anggota tim.
§ Ketidakpastian, menghasilkan sebuah aliran perubahan yang terus-menerus.
§ Interoperabilitas, perangkat lunak baru harus berkomunikasi dengan perangkat lunak yang sudah ada dan menyesuaikan diri dengan batasan yang sudah ditentukan sebelumnya oleh sistem.
Untuk mengatasi hal itu tim rekayasa perangkat lunak harus membangun metode yang efektif untuk mengkoordinasi orang-orang yang mengerjakan pekerjaan tersebut.
Kraul dan Streeter [KRA95] menguji sekumpulan teknik koordinasi proyek yang dikategorikan dalam kelompok berikut :
§ Pendekatan impersonal, formal : penyampaian dan dokumen rekayasa perangkat lunak (kode sumber), memo-memo teknik, kejadian penting pada proyek dan sebagainya.
§ Prosedur interpersonal, formal : menyangkut pertemuan status pengkajian serta perancangan dan inspeksi kode.
§ Prosedur interpersonal, informal : pertemuan kelompok untuk penyebaran informasi dan pemecahan masalah serta “kolokasi kebutuhan dan pengembangan staf”.
§ Komunikasi elektronik : surat elektronik, papan buletin elektronik, website dan sebagainya.
§ Jaringan interpersonal : diskusi informal dengan orang-orang diluar proyek yang telah memiliki pengalaman atau pengetahuan yang dapat mendukung anggota tim.

Ø Masalah
Pada awal proyek perangkat lunak diperlukan perkiraan kuantitatif dan rencana organisasi tetapi informasi yang solid tidak dapat diperoleh. Analisis yang mendetail tentang kebutuhan perangkat lunak akan memberikan informasi yang memadai untuk suatu perhitungan yang mungkin dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Beberapa aspek penting antara lain ruang lingkup dan dekomposisi masalah.

– Ruang Lingkup
Ruang lingkup proyek perangkat lunak harus tidak ambigu dan dapat dipahami pada tingkat teknik maupun menajemen. Batasan-batasan dari ruang lingkup :
§ Konteks. Bagaimana perangkat lunak yang akan dibangun dapat memenuhi sebuah sistem, produk, atau konteks bisnis yang lebih besar, serta batasan apa yang ditentukan sebagai hasil dari konteks tersebut?
§ Tujuan Informasi. Objek data pelanggan apa yang dihasilkan sebagai output dari perangkat lunak? Objek data apa yang diperlukan sebagai input?
§ Fungsi dan Unjuk Kerja. Fungsi apa yang dilakukan oleh perangkat lunak untuk mentranformasikan input data menjadi output? Adakah ciri kerja khusus yang akan ditekankan?

– Dekomposisi Masalah
Dekomposisi masalah (partitioning) merupakan sebuah aktivitas yang berkedudukan inti dari analisis kebutuhan perangkat lunak. Dekomposisi diterapkan pada dua area utama yaitu fungsionalitas yang harus disampaikan dan proses yang akan dipakai untuk menyampaikannya.
Dekomposisi Fungsional adalah identifikasi fungsional dari software, kemampuan yang diinginkan oleh pelanggan dan menentukan method/ feature untuk memenuhi fungsional

Sumber : https://galleta.co.id/