Jenis-Jenis Roman

Jenis-Jenis Roman

Jenis-Jenis Roman

Karya sastra yang akan dibahas oleh penulis adalah Abenteuerroman. Agar dapat memahami sebuah roman, kita harus bisa membedakannya dari roman-roman jenis lain. Roman diklasifikasikan ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan pengutamaannya. Ruttkowski dan Reichman (1974:23) mengatakan, jika dalam sebuah roman lebih diutamakan penggambaran seseorang atau beberapa orang tokoh, maka roman itu disebut Figurenroman, atau penggambaran sebuah dunia disebut Raumroman, atau pembentukan suatu tindakan yang menarik disebut Handlungsroman. Berdasarkan penitikberatan cerita, roman dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:

Roman Kriminal dan Detektif (Krimi- und Detektivroman)

Sebuah roman kriminal menitikberatkan ceritanya kepada psikologi seorang penjahat, sedangkan dalam roman detektif lebih kepada teka-teki yang harus dipecahkan oleh detektif dengan kemampuan melacaknya.

Roman Petualangan (Abenteuerroman)

Pada roman petualangan sang tokoh utama, baik sengaja maupun tidak sengaja terjebak dalam berbagai macam petualangan. Roman petualangan merupakan jenis sastra yang disukai pada segala zaman karena ceritanya yang menegangkan.

Roman Psikologi (psychologischer Roman)

Kwiatkowski (1989:66) menjelaskan bahwa roman psikologi adalah jenis roman yang sedikit sekali menceritakan tentang perbuatan tokohnya, tetapi lebih kepada bagaimana keadaan batin tokoh. Pengarang lebih tertarik pada penggambaran kejiwaan dan karakter seorang manusia.

Roman Pencintaan (Liebesroman). Wilpert (1989:513)

menjelaskan bahwa dari segi bahan cerita, tema utama roman ini adalah percintaan pada zaman Romantik. Dalam arti yang lebih sempit, roman percintaan adalah jenis roman picisan (Trivialroman) untuk pembaca wanita, yang kebanyakan menyangkut sisi kepahlawanan wanita yang klise dan idealis dengan gaya bahasa picisan sampai kepada akhir bahagia yang tidak dapat dihindarkan dan tidak realistis.

Roman Hiburan (Unterhaltungsroman)

Roman ini dibuat untuk memuaskan keinginan para pembaca terhadap hiburan. Dibandingkan dengan sastra yang lebih berkelas (gehobene Literatur), jenis roman ini tidak bercerita tentang perselisihan yang mendalam dengan permasalahan yang mengharukan seperti juga melalui bentuk-bentuk baru pada gaya dan penggambaran, agar tidak menyulitkan pembaca untuk mengerti jalan ceritanya. Kebanyakan roman ini berakhir dengan bahagia.

Roman Anak dan Remaja (Kinder- und Jugendroman)

Tema, bahan cerita, dan bentuk roman ditulis untuk anak dan remaja, dan biasanya terdapat aspek untuk menghibur, mengajar dan mendidik. Dalam roman ini biasanya disertai dengan gambar ilustrasi yang bertujuan agar pembaca mudah memahami isi cerita yang disajikan. Prinsip dasar roman ini adalah adaptasi atau asimilasi, yaitu kalimat-kalimat yang terdapat dalam roman harus disesuaikan dengan psikologi anak dan remaja (Groschenek,1979:7).

Roman pendidikan (Bildungsroman)

Tema dan isi cerita dalam roman ini menitikberatkan pada perkembangan pendidikan tokoh utama dalam cerita. Roman ini disebut roman zaman klasik dan romantik. Pendidikan mempunyai arti “kemanusiaan yang sempurna” (vollendeter Humanität). Roman pendidikan bercerita tentang perkembangan kejiwaan dan karakter seorang manusia (W. Dilthey, 1989:66).


Sumber:

https://pakdosen.co.id/