Dirjen Aptika Kominfo Beri Materi di Perkemahan Kreatif

Dirjen Aptika Kominfo Beri Materi di Perkemahan Kreatif

Dirjen Aptika Kominfo Beri Materi di Perkemahan Kreatif

TONDANO

Perkemahan kreatif remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) 2019 di Bumi Perkemahan Goro, Kakas, Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (21/06/2019), kedatangan tamu istimewa.
Mereka diberikan Materi oleh Dirjen Aptika Kominfo Semuel Pangerapan.

Pangerapan di damping tim siberkreasi.

Sementara moderator ialah Sonya Sinombor, wartawan senior Kompas.

Pangerapan awalnya mengatakan direktorat mereka yang membatasi penggunaan media sosial pada saat 22 Mei sampai beberapa hari sesudahnya.

Ia meminta maaf karena itu.

“Ada orang jahat.

“Mereka ingin mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Mereka katanya juga menghambat penyebaran hoaks

Para remaja GMIM diminta untuk tahu mana berita hoax dan mana berita yang benar.

“Kami juga menghambat cyber bullying. Itu bisa berbahaya,” ujarnya.
Ia mengatakan perilaku di media sosial bisa berbahaya.

Ada jejak digital.

“Bisa berpengaruh di dunia kerja.

“Ada jejak digital,” katanya

Selanjutnya, Pangerapan langsung masuk ke sesi tanya jawab.

Ia misalnya menjawab pertanyaan Monika Marentek tentang VPN.

“Data kalian bisa dicuri.

“Apalagi yang VPN gratisan,” katanya.

Ia mengatakan di Jakarta ada yang rekeningnya dikuras.

Nomor rekening diketahui.

Ia juga mengatakan internet terbuka.

Sudah banyak diblokir tapi masih banyak juga yang belum

“Situs negatif bisa dipenjara. Cari situs yang berguna,” katanya.

Menjawab pertanyaan Injil Sumakud, ia mengatakan instagram dan facebook bisa dibuat jika 13 tahun.

Artikel terkait :