Cara Menanam Daun Mint di Pot

Cara Menanam Daun Mint di Pot

Cara Menanam Daun Mint di Pot

Pemilihan Lahan

  • Langkah pertama dalam cara menanam daun mint yaitu adalah dengan  memilih lahan yang sesuai dengan pertumbuhan daun mint ini.
  • Daun mint pada umumnya bisa  tumbuh di daerah yang lembab dan hutan – hutan dengan ketinggian 150 m sampai 900 m di atas permukaan laut. Jenis arvensis merupakan  jenis mint yang mampu tumbuh di dataran rendah dengan pertumbuhan tegak dan bisa berbunga.
  • Kondisi dan kesuburan lahan mempengaruhi pertumbuhan tanaman, kadar minyak dan juga menthol. Daun mint membutuhkan tanah yang subur, gembur dan berdrainase baik ( air tidak tergenang ).
  • Tanah berpasir dengan tekstur lempung, debu berpasir, subur serta kaya bahan organik  dan juga  drainase baik dengan pH tanah 5,5 – 7,0.
  • Tanaman ini bisa tumbuh dan berproduksi optimal di dataran rendah ( 100 – 400 m dpl ) hingga medium ( 400 – 700 m dpl  ). (GBWhatsApp)
  • Iklim yang cocok untuk daun mint tumbuh subur dan produksi maksimal adalah dengan curah hujan 2000 – 4000 mm / tahun, bulan basah lebih dari 7 bulan serta bulan kering kurang dari 3 bulan, kelembapan 70 – 80%, intensitas cahaya penuh dan temperatur 20 – 30 derajat celcius.

Persiapan Bibit

  • Tanaman daun mint di perbanyak secara vegetatif dengan melalui setek. Perbanyakan yang sering dilakukan menggunakan setek pucuk, stek batang dan stek stolon. Akan tetapi , di anjurkan perbanyakan dengan menggunakan setek pucuk karena pertumbuhannya yang lebih cepat dan baik.
  • Stek yang berasal dari pucuk, batang dan stolon di semaikan terlebih dahulu di dalam polibag. Persemaian tanaman mentha sangat mudah layu karena perubahan kondisi lingkungan. Selain itu persemaian di polibag bisa mengurangi tingkat kematian benih ketika  pemindahan ke lahan.
  • Bahan tanaman berupa stek pucuk sepanjang 5 – 10 cm ( 3 – 5 ruas atau 2 – 4 buku ), minimal 2 pasang daun muda.
  • Ukuran polibag 12 × 10 cm dan berlubang untuk menghindari genangan air.
  • Media persemaian adalah campuran tanah dan juga pupuk kandang. Masukkan media ke dalam polybag sebanyak ¾ bagian,  dan biarkan selama 4 – 5 hari.
  • Setek di tanam dalam polibag pada posisi tegak sedalam 2 – 3 cm. Selanjutnya di sungkup dengan plastik  yang berukuran lebar 1 m, tinggi 0,5 m, sedangkan panjangnya di sesuaikan kebutuhan. Biarkan selama kurang lebih 1 minggu untuk menjaga kelembaban dan buka sungkup setelah 1 minggu.
  • Selama persemaian, diberi naungan yang terbuat dari daun kelapa, alang – alang atau paranet. Naungan di buat menghadap ke timur setinggi 180 cm dan juga  di bagian barat setinggi 150 cm. Bentuk naungan di sesuaikan dengan jumlah benih. Lakukan pemeliharaan berupa penyiraman. Penyiraman di lakukan sekali sehari pada pagi hari ataupun  di sesuaikan  dengan kondisi.
  • Setelah benih berumur 1 bulan ( 15 – 20 cm ), benih bisa ditanam di lahan tanam.
  • Diperkirakan jumlah benih dalam polybag yang dibutuhkan untuk 1 hektar lahan adalah 40.000 dan 2.000 untuk cadangan / sulaman.

Teknik Penanaman Daun Mint

Sebelum melakukan penanaman, di siapkan terlebih dahulu lahan yang akan digunakan . Berikut ini adalah cara – caranya:

  • Tanah di bersihkan terlebih dahulu, selanjutnya dicangkul sedalam 30 cm agar akar tanaman tumbuh dengan mudah ke dalam tanah. Daun mint berakar serabut dengan kedalaman akar sekitar 20 – 30 cm dan  stolon yang tumbuh menyebar di sekitar perakaran.
  • Setelah 2 minggu, dilakukan pembuangan sisa – sisa gulma yang masih ada dan uga tanah digemburkan dari bongkahan – bongkahan tanah. Selanjutnya  disemprot dengan herbisida supaya  bebas dari gulma dan menekan pertumbuhan gulma sesudah benih ditanam.
  • Tanah yang sudah gembur dan bebas gulma selanjutnya dibuat bedengan atau guludan dengan tinggi 20 – 30 cm, lebar 1 – 1,5 m. Sedangkan, panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan atau kebutuhan. Jarak antar bedengan dibuat selebar 40 – 50 cm.
  • Pembuatan lubang tanam dilakukan 1 minggu sebelum waktu tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dengan jarak tanam 60 × 40 cm ( jarak antar baris 60 cm dan jarak dalam baris 40 cm ). Setiap lubang diberikan pupuk kandang dengan dosis 30 ton / ha ( 0,75 kg / tanaman diberikan 1 minggu sebelum tanam dengan cara di benamkan serta di aduk merata dengan tanah.
  • Penanaman dilakukan pada pagi hari dan di lanjutkan dengan penyiraman.
  • Benih yang telah berusia 1 bulan siap di tanam dalam lubang tanam dengan posisi tegak dengan sedikit di tekan pada bagian pangkal batang.
  • Tanaman daun mint sangat peka terhadap kekeringan, sehingga setelah selesai penanaman. Bedengan harus di siram hingga benar – benar basah. Selanjutnya  beri naungan agar  terhindar dari sinar matahari dengan pelepang pohon pisang atau bahan yang

Sumber: https://rumahbudidaya.co.id/